PANDEGLANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) daerah pemilihan (dapil) Banten I Rizki Natakusumah terus mengingatkan warga agar bijak menggunakan media sosial (medsos). Tujuannya agar tidak melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Rizki memgatakan, masyarakat yang tidak berhati-hati dalam menggunakan medsos bisa merugikan diri sensiri. Karena bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk disalahgunakan.
"Keamanan digital. Perlindungan data pribadi, data kita sebaiknya kita lindungi jangan sampai mengumbar data pribadi," kata Rizki saat menggelar zoom meeting di Pemkab Pandeglang, Sabtu (27/8).
Diera digital seperti saat ini dikhawatirkan masih ada beberapa masyarakat yang belum memahami akan dampak positif serta negatif dari kemajuan teknologi informasi.
"Bagaimana masyakarat Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas digital untuk bisa lebih mengembangkan diri. Pemerintah terus mengembangkan teknologi untuk bisa menjadi fasilitas dalam menyebarkan informasi," ujarnya.
Saat ini, DPR masih terus menggodok regulasi data pribadi masyarakat dan agar tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Oleh karena itu, bagi setiap masyarakat yang merasa dirugikan bisa mengadukan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.
"Ada payung hukum yang bisa menjerat orang yang sudah menyalahgunakan data pribadi orang lain," tegasnya.
Rizki berpesan kepada masyarakat agar tidak terlalu mengumbar data pribadi karena itu bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dalam mengoperasikan media sosial diharapkan masyarakat bisa lebih bijak untuk menyerap informasi. Karena banyak informasi yang bohong atau hoaks.
"Saring dahulu apa yang dilihat. Karena, banyak mudharatnya, jangan sampai memberikan komentar yang negatif. Karena itu akan berbahaya bagi diri sendiri. Namun terkadang dengan media sosial atau dunia maya masyarakat dibuat tidak sadar sehingga banyak yang keluar dari koridor," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Tanto Warsono Arban menyarankan kepada masyarakat yang menggunakan medsos agar tidak bersikap berlebihan, karena bisa berbuntut panjang.
"Saya kira sekarang kita harus bijak dalam menggunakan medsos. Mengkritik boleh dan tidak dilarang, tetapi harus juga dipertimbangkan jangan sampai berlebihan," katanya.(dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
