DECEMBER 9, 2022
Cover Story

Buser Buru Pelaku Kabur Setelah Bakar Istri dan Anak

post-img

USAI bakar istri dan anak tiri, DN (45) warga Kampung Kadomas Pasir, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang diduga kabur atau melarikan diri. DN kabur setelah diduga melakukan pembakaran pada istrinya AN (32) dan anaknya A (3) saat tengah tidur di rumahnya di Kampung Kadomas Pasir, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Sabtu, 24 September 2022 sekira pukul 03.00 WIB.

Warga Kadomas, Supriyadi mengatakan, dirinya tidak menyangka kalau misalkan DN ini sampai tega melakukan pembakaran pada istri dan anak tirinya.

“Kalau melihat dari usia pernikahannya masih baru. Sebulan juga belum kayaknya karena memang baru menikah di bulan Agustus kemarin,” katanya kepada Radar Banten di Kampung Kadomas Pasir, Rabu (28/9).

Supriyadi menjelaskan, dirinya tidak menyangka DN bakal berbuat setega itu karena orangnya terlihat kalem. Biasa aja dan dari raut muka juga enggak terlihat sangar.

“Orangnya keliatan baik lah gak galak. Tapi saya dengar kabar kalau DN itu yang melakukannya dan sampai saat ini memang enggak tahu ke mana setelah kejadian itu gak pulang-pulang,” katanya.

Keseharian DN, ini jaga kios di rumahnya. Akan tetapi memang enggak setiap hari buka.

“Hanya pada waktu tertentu saja, kalau lagi ada kirim barang dan pengambilan barang aja. Bahasa sini mah ngampas gitu,” katanya.

Sedangkan, kaitan apa yang menyebabkan istri dan anak tirinya sampai mengalami luka bakar hal itu tidak diketahuinya. Soal itu kan kaitan dalam rumah tangga.

“Jadi saya tidak mengetahui secara pasti. Yang saya tahu hanya DN ini sebelum menikah berstatus duda punya anak dua,” katanya.

Jadi pernikahan DN sama AN ini merupakan pernikahan duda beranak dua dan janda beranak satu. Jadi sama-sama bawa anak.

“Kalau anak DN ada sudah dewasa dan remaja karena memang usianya sudah di atas 40 tahun. Sedangkan kalau istrinya masih muda, keliatannya usia 30-an,” katanya.

Supriyadi menambahkan, kalau DN sama AN tinggal serumah yang juga sekaligus dijadikan kios atau warung. Sedangkan kalau anak DN tinggal bersama neneknya.

“Pasca kejadian rumah kosong, enggak ada orang. Sedangkan barang dagangan juga sudah tampak kosong,” katanya.

Supriyadi menegaskan, kalau dirinya sama sekali tidak mengetahui penyebab pasti sampai terjadinya peristiwa tersebut. Akan tetapi memang saat itu ramai sekali.

“Kalau kejadian kebakaran itu tidak sampai membakar bangunan rumah. Hanya membakar tubuh dan kasurnya saja,” katanya.

Pada hari pertama, kasur masih tampak ada di luar rumah. Sedangkan sekarang sudah tidak ada. “Kemungkinan sudah dibawa oleh pihak kepolisian. Kalau kemarin-kemarin itu ada di luar terlihat bekas terbakar,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pandeglang, Kompol Kosasih yang diwakili oleh Panit Reskrim Polsek Pandeglang Ipda Aap Ahmad Safei mengatakan Polsek Pandeglang menerima laporan dari masyarakat terlah terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat telah terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga atau penganiayaan suami membakar Istri dan anaknya di dalam rumah. Setelah mendapat laporan tersebut anggota Polsek Pandeglang langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.

Aap menjelaskan, bahwa kronologi kejadian tersangka DN (45) setelah percekcokan dengan istrinya AN (32), korban bersama anaknya yang masih dibawah umur (4) yang berada di ruang tengah tiba-tiba disiram cairan berupa Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Setelah terjadi percekcokan antara pelaku DN (45) dan AN (32), korban AN (32) bersama anaknya yang masih di bawah umur (4) yang berada di ruang tengah tiba-tiba disiram cairan berupa BBM yang selanjutnya pelaku DN (45) langsung membakar korban bersama anaknya yang masih di bawah umur,” katanya.

Korban AN (32) dan anaknya yang masih dibawah umur (4) mengalami luka bakar dibagian wajah dan kedua tangannya. Kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan medis.

 “Polsek Pandeglang melakukan upaya penyelidikan mendatangkan para saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan mengumpulkan barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat ini Tim Buser Polres Pandeglang beserta Polsek Pandeglang sedang memburu pelaku,” katanya.