BERJUALAN: Seorang pedagang jahe berjualan di Pasar Badak Pandeglang, Rabu (28/9). (Adib/Radar Banten)
PANDEGLANG - Penarikan retribusi pasar oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) baru tercapai Rp1,787 miliar atau sekira 57,29 persen. Diskoperindag berharap dapat memenuhi target penerimaan retribusi pasar Rp3,120 miliar pada akhir Desember 2022.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Diskoperindag Kabupaten Pandeglang Johanes Waluyo mengatakan, penarikan retribusi dari 12 pasar di Pandeglang baru sekira 57,29 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut dinilai masih rendah. Karena itu, pihaknya akan berupaya maksimal agar penerimaan retribusi pasar dapat terus ditingkatkan hingga akhir tahun ini.
“Iya masih rendah. Realisasi kita baru Rp1,787 miliar atau 57,29 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah,” katanya di kantor Diskoperindag Pandeglang, kemarin.
Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan belum optimalnya penarikan retribusi pasar di Pandeglang, diantaranya karena ada pembangunan drainase di kawasan Pasar Badak Pandeglang yang belum terselesaikan. “Iya kemarin ada dampak dari pembangunan drainase, makanya pembeli sepi mengakibatkan pedagang mengeluh,” ujarnya.
Johanes memprediksi, target retribusi pasar yang ditetapkan tidak akan terealisasi. Namun, pihaknya akan terus berusaha agar pendapatan asli daerah (PAD) bisa bertambah melalui sektor retribusi pasar. “Kita upayakan agar bisa di atas 90 persen, Insyaallah. Kita akan terus mengoptimalkan penarikan retribusi kepada para pedagang di 12 pasar di Kota Badak,” tegasnya.
Romli, pedagang jahe di Pasar Badak Pandeglang mengatakan, selama satu bulan terakhir jumlah pembeli berkurang. Akibatnya, dia dan pedagang yang lain belum bisa membayar sewa los di pasar tersebut. “Sepi Pak, biasanya sehari dapat untung Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, sekarang cuman Rp50 ribu. Semenjak ada pembangunan drainase dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), jumlah pembeli yang datang ke pasar berkurang,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua II DPRD Pandeglang Tb Asep Rafiudin Arief meminta kepada instansi terkait segera mencari solusi agar PAD dari retribusi pasar tercapai. Karena, dana yang dihimpun dari retribusi pasar bakal digunakan untuk kegiatan pembangunan di 35 kecamatan.
“Harus segera diselesaikan agar target retribusi dari sektor pasar terealisasi. Dengan begitu, kas daerah bisa bertambah,” harapnya. (dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
