VERIFIKASI: Anggota dan staf Bawaslu melakukan verifikasi administrasi terhadap dokumen calon anggota Panwascam, kemarin.(Dok Bawaslu Lebak)
LEBAK – Sejumlah aktivis mahasiswa meminta proses rekrutmen anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dilakukan secara transparan. Mereka janji akan mengawasi rekrutmen Panwascam di Bawaslu Lebak, karena rawan titipan yang berpotensi merusak proses demokrasi di daerah.
Sahrul, Koordinator Mahasiswa Peduli Demokrasi dan Pemilu Bersih Kabupaten Lebak menyatakan, proses rekrutmen Panwascam harus terbuka dan akuntabel. Jangan sampai, ada penyusup dari partai politik yang dimasukan menjadi penyelenggara pemilu. Sehingga berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan mendegradasi nilai-nilai demokrasi.
“Kita akan kawal proses rekrutmen penyelenggara pemilu ini agar berjalan dengan baik. Karena kami ingin, Panwascam terpilih merupakan orang-orang yang berkualitas dan integritas,” kata Sahrul kepada Radar Banten, kemarin.
Dari ratusan orang yang mendaftar, mayoritas merupakan mantan aktivis mahasiswa dan pemuda di 28 kecamatan. Bahkan, ada aparatur sipil negara (ASN) dan pendamping program sosial serta desa yang ikut mendaftar. Mereka yang telah daftar diharapkan tidak double job, karena akan menghambat kerja-kerja pengawasan sebagai penyelenggara pemilu.
“Jadi, kita enggak ingin penyelenggara pemilu di bidang pengawasan merupakan orang-orang titipan. Artinya yang diloloskan bukan orang yang berkompeten. Tapi karena kedekatan, mereka diloloskan oleh Bawaslu. Ini tidak boleh terjadi, karena integritasnya nanti diragukan,” tegasnya.
Wahyu, mahasiswa La Tansa Mashiro lainnya menyatakan, rekrutmen Panwascam jangan diciderai dengan praktik-praktik anti demokrasi. Karenanya, dia meminta kepada Bawaslu agar melakukan rekrutmen secara transparan.
“Ini awal momentum dalam pelaksanaan pemilu yang bersih dan berintegritas. Jangan diciderai dengan hal-hal yang memalukan. Dengan diakomodirnya calon anggota Panwascam titipan maka akan merusak tatanan Pemilu di Lebak,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Pokja Perekrutan Panwascam Bawaslu Lebak Deni Wahyudin mengatakan, akan berupaya maksimal untuk melakukan rekrutmen secara terbuka dan akuntabel. Bahkan, dia mengajak semua masyarakat ikut mengawasi proses rekrutmen penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan ini.
“Ya dari 479 pendaftar, 10 diantaranya ada yang berstatus ASN. Mereka mendaftarkan diri sebagai Panwascam,” kata Deni.
Saat ini, Bawaslu tengah melakukan verifikasi administrasi dokumen calon anggota Panwascam dari 28 kecamatan. Setelah dinyatakan lolos, maka mereka akan mengikuti seleksi dengan sistem Computer Assited Test (CAT). Masing-masing kecamatan akan diambil enam orang dan berhak mengikuti seleksi wawancara.
“Setelah itu, kita akan tetapkan tiga orang anggota Panwascam terpilih. Mereka tentu yang terbaik dari ratusan orang yang mendaftar,” jelasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
- TRAVELISTA
