DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Ibu Anak Kompak Keroyok Tetangga

post-img

SERANG-Ibu dan anak asal Kampung Bo­lang­pulo, Desa Bolang, Kecamatan Le­bakwangi, Kabupaten Serang kompak me­ngeroyok Bariah, tetangganya. Ke­duanya kini duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Serang. 

Rabu (29/6), dua terdakwa bernama Mae­manah (66), dan Rokidah (38), itu mu­lai diadili. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang Budi Atmoko men­dakwa keduanya atas pelanggaran Pasal 351 ayat (1) KUH Pidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. 

Sesuai surat dakwaan, pengeroyokan ter­jadi pada Selasa 26 Januari 2021 se­kira pukul 08.00 WIB. Awalnya, Bariah me­nyapu halaman rumahnya sampai ke arah pinggir kali. Usai menyapu, kor­ban memungut dan mengangkut sam­pah untuk dibuang. 

Saat berjalan di pinggir kali, Maemanah mun­cul membawa piring kotor. Kedua­nya berpapasan. Tanpa sengaja lengan Ba­riah menyenggol lengan tetangganya itu. Maemanah marah. Dia memukul bo­kong Bariah menggunakan baskom yang dibawanya. 

Masih belum puas, Maemanah menarik kerudung Bariah. Seketika rambut Ba­riah keluar dari balik kerudung. Mae­manah juga menarik rambut korban hing­ga terjatuh. “Terdakwa Maemanah me­nginjak-injak badan saksi Bariah de­ngan menggunakan kaki dan memukul da­da saksi Bariah menggunakan tangan,” be­ber JPU dihadapan majelis hakim yang diketuai Ali Murdiat. 

Korban melawan dengan menarik ram­but atau anggota tubuh Maemanah. Saat sedang bergulat, Rokidah datang. 

Bukannya melerai, Rokidah justru ikut menyerang korban. Korban dipukuli meng­gunakan wajan atau kuali oleh Ro­kidah. Wajah Bariah juga sempat dicakar oleh Rakoidah. “Saksi Bariah sem­pat berteriak minta tolong,” ujar JPU.

Namun, teriakan Bariah tidak digubris ibu dan anak tersebut. Mereka terus memukuli korban hingga pingsan. 

Beruntung pengeroyokan itu sempat dilihat oleh dua orang tetangga korban. Jaenab dan Iis. Dua perempuan itu ber­­gegas meredakan emosi ibu dan anak tersebut. 

“Saksi Jaenab dan saksi Iis yang datang memisahkan, melihat sak­si Bariah mengalami luka lecet di­bagian pipi dan terdapat luka memar pa­da jari tengahnya,” kata Budi. 

Usai siuman, korban melaporkan tetatangganya itu ke Ma­­polres Serang. Ibu dan anak itu tidak memban­tah­ tuduhan tersebut. Maemanah dan Ro­kidah pun akhirnya ditetapkan se­ba­gai tersangka hingga berlanjut ke per­sidangan. (fam/nda)