DECEMBER 9, 2022
Utama

Investasi di Banten Tembus Rp17,15 Triliun

post-img

INEVESTASI: Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar saat memaparkan perkembangan kawasan industri kepada sejumlah pengusaha, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN)


SERANG – Hingga per­tengah­an tahun 2022 ini, ca­paian investasi di Banten baru Rp17,15 triliun. 

Pa­dahal, tahun 2022 ini Pempriv Banten me­­­narget­kan capaian inves­tasi secara keseluruhan sebesar Rp53,9 triliun.

Plt Kepala Dinas Pena­naman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, capaian realisasi itu terdiri dari penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing. “Ada 4.237 proyek,” ujar Komarudin melalui telepon seluler, Rabu (29/6).

Ia mengatakan, dari delapan kabupa­ten/kota yang ada di Banten, investasi ter­besar berada di Kabupaten Tangerang dengan nilai Rp4,56 triliun yang terdiri dari 1.416 proyek. Kemudian di Kota Ci­legon sebesar Rp3,98 triliun dari 382 pro­yek, Kota Tangerang Rp3,22 triliun dari 977 proyek, dan Kabupaten Serang Rp3,11 triliun dari 339 proyek.

Berikutnya, lanjut Komarudin, Kabu­pa­ten Lebak Rp1,29 triliun dari 128 pro­yek, Kota Tangerang Selatan Rp740,78 miliar dari 722 proyek, dan Kabupaten Pan­deglang Rp223,58 miliar dari 109 pro­yek. Sedangkan Ibukota Provinsi Banten yakni Kota Serang hanya sebesar Rp13,6 miliar dari 164 proyek.

Mantan Pj Bupati Tangerang ini me­nga­takan, dari total 4.237 proyek itu, ada 13.944 tenaga kerja Indonesia yang di­pekerjakan. “Ada juga 202 tenaga kerja asing,” tuturnya.

Kata dia, rata-rata investasi yang masuk ini berasal dari investor baru, bukan pe­­ngembangan. Untuk semakin mening­katkan investasi di Banten, pihaknya akan gencar mempromosikan Banten serta melakukan pelayanan perizinan yang prima.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Ban­ten Al Muktabar meyakinkan kepada para pengusaha untuk tidak ragu ber­investasi di Provinsi Banten. Sebab saat ini, berbagai infrastruktur di Provinsi Banten sudah sangat menunjang ter­hadap sektor usaha. 

Kata dia, berbagai pembangunan yang sudah dilakukan Pemprov itu diantaranya jalan yang menjadi kewenangan Provinsi yang terhubung ke sentra-sentra industri yang kondisinya saat ini sudah baik. Selain itu, di Banten juga ada Bandara Soekarno-Hatta serta beberapa pelabuh­an yang sangat representatif menunjang ke­butuhan operasional distribusi barang. “Ditambah lagi dengan keberadaan pro­yek strategis nasional Jalan Tol Serang-Panimbang yang dapat memang­kas waktu pendistribusian barang,” terang Al.

Kata dia, selama ini daerah industri di­dominasi pada wilayah Banten bagian utara, sedangkan di wilayah bagian se­latan masih kurang. Namun, dengan ada­nya fasilitas yang sudah disediakan itu, maka wilayah yang kosong di Banten Selatan diharapkan bisa segera terisi. 

Tak hanya dilengkapi fasilitas, mantan Widyaiswara Ahli Utama di Kementerian Dalam Negeri ini juga mengatakan, baro­meter lainnya yang bisa menjadi pertimbangan investor yakni kemudahan perizinan yang disiapkan oleh Pemprov Banten. Sehingga, saat ini posisi Provinsi Banten di mata dunia usaha nasional maupun internasional, mempunyai po­tensi yang lebih dibandingkan dengan daerah lainnya. 

Al memaparkan, saat ini ada 14 kawas­an industri raksasa di Banten. Ada 4.600 per­usahaan menengah ke atas. “Saya men­dapat mandat sebagai Pj Gubernur untuk merawat perusahaan yang ada di Banten, dan mengundang investor yang ingin memulai usaha di Provinsi Ban­ten,” tuturnya. (nna/alt)