LEBAK - Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkasbitung tengah fokus dalam program pemberdayaan ekonomi.
Ketua KPJ Rangkasbitung Achmad Lugas Kusnadi mengatakan, program tersebut untuk menopang kesejahteraan anggota KPJ agar dapat tetap eksis dan terus mengayomi para seniman jalanan.
Karena menurutnya, kegiatan KPJ dalam membina anak jalanan membutuhkan anggaran.
“Kita itu orang-orang yang kurang pintar dalam menyusun proposal, makanya kita berniaga. Kita jualan lagu, kita jualan lukisan, kita jualan karya-karya kita. Kita nggak mau minta-minta, adapun bantuan-bantuan atau program itu kita sebut rezeki,” ujar Ugas sapaan akrabnya saat berbincang dengan Radar Banten, kemarin.
Adapun bisnis yang kini tengah digarap KPJ, ialah dengan menyewakan atau rental alat musik, sound system, dan juga pesanan lagu. Ugas mengaku kerap mendapatkan pesanan lagu bahkan dari luar wilayah Kabupaten Lebak.
“Kita itu sebetulnya sudah seperti cowo panggilan, dimana ada yang memanggil, kita manggung, kita melukis, dan kita membuat lagu. Dulu kita juga buat lagu sosialisasi orderan Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang dan membuat lagu untuk Jokowi melalui DPC Mulyadi Jayabaya (JB),” kata Ugas.
Membuat lagu sendiri, kata Ugas, sudah menjadi hobi. Bahkan dirinya membuat lagu untuk menyentil berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan rakyat.
Seperti lagu tentang krisis minyak goreng yang menghebohkan masyarakat di Indonesia. Ugas, menuliskan keluh keras dirinya dan masyarakat lainnya mengenai krisis minyak goreng itu menjadi suatu lagu yang berjudul ‘Minyak Goreng Hilang Ditelan Bumi’.
Dalam lagu baru ciptaannya, Ugas bertanya-tanya kenapa minyak goreng mahal dan langka, padahal Indonesia penghasil sawit terbesar di dunia.
“Pada krisis itu kita rasakan. Kita lihat secara langsung kisruh yang ditimbulkan di tengah Pandemi Covid-19. Krisis itu seakan-akan semakin membuat masyarakat susah, makanya kita buatkan lagu yang menyuarakan suara rakyat yang tidak menggoreng makanan. Dengan harapan, pemerintah bisa dengan serius menangani krisis itu,” kata Ugas.
Bukan hanya soal minyak goreng, Ugas dan rekan-rekannya juga pernah membuat lagu tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dirilis pada 2012. Melalui lagu itu, Ugas menyentil pemerintah tentang kenaikan BBM pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Dan kita harap, melalui lagu-lagu yang mengkritik, pemerintah dapat mendengarkan keluh kesah rakyat terhadap kebijakan yang mereka buat,” ujarnya.
Dirinya berharap eksistensi KPJ Rangkasbitung pada dunia seniman ini dapat berdampak positif dan bahkan bisa mengayomi para seniman jalanan di Bumi Multatuli.
Terakhir, Ia juga selalu menekankan kepada para seniman dan anak jalanan untuk membuat kehidupan yang lebih layak melalui karya-karya mereka, seperti berniaga dengan menjual hasil karya lukisan maupun membuat lagu dan lain-lainnya. Karena menurutnya, berniaga merupakan suatu profesi yang bermartabat dan sudah dianjurkan Rasulullah SAW.
“Di KPJ, kita larang tuh yang namanya alkohol dan aksi kejahatan. Kita minta mereka meninggalkan itu ketika bergabung dalam KPJ, karena kita tahu sendiri alkohol dapat memberikan pengaruh tidak baik. Kita minta anggota untuk berdiskusi dan berkarya. Kita meminta mereka untuk berniaga sesuai dengan sunnah Rasulullah,” pungkasnya. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
