Merasa milik Tanah Ayahnya, Warga Tutup Jalan SDN 1 Pamulang Timur
- by Redaksi
- Jun 30,2022
NEGOSIASI: Petugas dari Sat Pol PP Kota Tangsel dan aparatur kelurahan melakukan negoisasi dengan warga bernama Satiri yang menutup akses masuk ke SDN 1 Pamulang Timur, Rabu (29/6). (rbnn)
TANGERANG SELATAN - Seorang warga Pamulang, Kota Tangerang Selatan bernama Satiri menutup jalan masuk menuju SDN 1 Pamulang Timur.
Jalan yang menjadi akses satu-satunya menuju SDN 1 Pamulang Timur itu justru dibangun pondasi bangunan oleh Satiri tepat disamping rumahnya.
Petugas Sat Pol PP Kota Tangsel bersama aparatur Kelurahan yang mendapat informasi penutupan akses masuk sekolah bergegas menemui Satiri pada Rabu (29/6).
Kepada petugas di lokasi Satiri mengatakan, bahwa jalan menuju SDN 1 Pamulang Timur melewati lahan milik ayahnya. Ia sendiri menegaskan memiliki surat-surat tanah terkait klaimnya tersebut.
Menurut Satiri, ia melakukan pembangunam pondasi tepat di jalan maauk SDN 1 Pamulang, karena pihak sekolah dan Dinas Pendidikan tidak memberi jawaban pasti terkait kepemilikan lahan yang ia pertanyakan.
“Saya sudah telusuri dan jajaki. Yang pertama ke sekolah dulu saya tanya ada suratnya tidak? Ternyata tidak ada suratnya. Saya datang ke Dinas Aset dan Kelurahan masih ngambang (tidak ada jawaban pasti-red). Tiga kali ke Dindik juga ngambang,” ujarnya.
Menurut Satiri, ia kemudian berani membangun pondasi tepat dijalan masuk SDN 1 Pamulang setelah meminta kejelasan status tanah kepada Kecamatan. “Kita cek ke Kecamatan, ternyata (tanah yang disengketakan-red) masih milik Satiri Bin Siih,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fachry pihaknya telah meminta Satiri untuk mau membuka akses masuk ke SDN 1 Pamulang Timur.
Menurut Muksin, pihaknya akan membuka jalur komunikaasi dan memfasilitasi Satiri dengan dinas dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini. Muksin juga mengatakan, akan mengakomodir keinginan Satiri, meminta Pemkot Tangsel melakukan pengukuran ulang lahan sekolah karena menurutnya sekolah banyak menggunakan lahan milik orang tuanya.
“Kita coba fasilitasi dan komunikasikan, agar cepat selesai. Dan tidak ada lagi klaim sepihak. Ini menyangkut kepentingan anak sekolah,” tandasnya. (ful)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
