DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Merasa milik Tanah Ayahnya, Warga Tutup Jalan SDN 1 Pamulang Timur

post-img

NEGOSIASI: Petugas dari Sat Pol PP Kota Tangsel dan aparatur kelurahan melakukan negoisasi dengan warga bernama Satiri yang menutup akses masuk ke SDN 1 Pamulang Timur, Rabu (29/6). (rbnn)


TANGERANG SELATAN - Seorang warga Pa­mulang, Kota Tangerang Selatan ber­nama Satiri menutup jalan masuk menuju SDN 1 Pamulang Timur.

Jalan yang menjadi akses satu-satunya me­nuju SDN 1 Pamulang Timur itu justru diba­ngun pondasi bangunan oleh Satiri tepat disamping rumahnya.

Petugas Sat Pol PP Kota Tangsel bersama apa­ratur Kelurahan yang mendapat infor­masi penutupan akses masuk sekolah bergegas menemui Satiri pada Rabu (29/6).

Kepada petugas di lokasi Satiri me­nga­takan, bahwa jalan menuju SDN 1 Pa­mulang Timur melewati lahan milik ayah­nya. Ia sendiri menegaskan memiliki surat-surat tanah terkait klaimnya tersebut.

Menurut Satiri, ia melakukan pem­ba­ngunam pondasi tepat di jalan maauk SDN 1 Pamulang, karena pihak sekolah dan Dinas Pendidikan tidak memberi jawaban pasti terkait kepemilikan lahan yang ia pertanyakan.

“Saya sudah telusuri dan jajaki. Yang pertama ke sekolah dulu saya tanya ada suratnya tidak? Ternyata tidak ada suratnya. Saya datang ke Dinas Aset dan Kelurahan masih ngambang (tidak ada jawaban pasti-red). Tiga kali ke Dindik juga ngam­bang,” ujarnya.

Menurut Satiri, ia kemudian berani mem­bangun pondasi tepat dijalan masuk SDN 1 Pamulang setelah meminta keje­la­san status tanah kepada Kecamatan. “Ki­ta cek ke Kecamatan, ternyata (tanah yang disengketakan-red) masih milik Satiri Bin Siih,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fachry pihaknya telah meminta Satiri untuk mau membuka akses masuk ke SDN 1 Pamulang Timur.

Menurut Muksin, pihaknya akan mem­buka jalur komunikaasi dan memfasilitasi Satiri dengan dinas dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini. Muksin juga mengatakan, akan mengakomodir keinginan Satiri, meminta Pemkot Tangsel me­la­kukan pengukuran ulang lahan se­kolah karena menurutnya sekolah banyak menggunakan lahan milik orang tuanya.

“Kita coba fasilitasi dan komunikasikan, agar cepat selesai. Dan tidak ada lagi klaim sepihak. Ini me­nyangkut kepentingan anak sekolah,” tandasnya. (ful)