DECEMBER 9, 2022
Utama

MyPertamina Belum Diterapkan di Banten

post-img

Hiswana Migas: Layanan SPBU Masih Normal

SERANG - Kebijakan Pertamina menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yakni Pertalite dan Solar, dengan skema baru meng­gunakan aplikasi MyPertamina baru diterapkan di lima provinsi mulai 1 Juli 2022.

Untuk masyarakat di Provinsi Banten, kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat ini. Sehingga masyarakat masih bisa mendapatkan BBM subsidi seperti biasa, tidak perlu melakukan pen­daftaran secara online.

“Kebijakan itu baru diterapkan di lima pro­vinsi, itu pun masih tahap uji coba di bebe­rapa wilayah saja,” kata Ketua Him­punan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten Efu Saefullah kepada Radar Banten melalui sam­bungan telepon, Rabu (29/6).

Lima provinsi yang dipilih Pertamina untuk dilakukan uji coba penerapan dis­tribusi BBM skema baru tersebut, lanjut Efu, adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Ka­limatan Selatan, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Jadi kami pastikan penyaluran BBM bersubsidi di Banten masih normal seperti biasa,” bebernya.

Efu yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Banten ini menambahkan, Provinsi Ban­ten dan DKI Jakarta masih meng­gu­nakan sistem lama pada bulan Juli, sehingga masyarakat tidak perlu panik.

“Hingga akhir Juni ini, belum ada instruksi apapun dari Pertamina ke semua SPBU yang ada di Banten, terkait pemberlakuan aplikasi MyPertamina tahap kedua. Sebab ujicoba tahap pertama di lima provinsi akan dievaluasi terlebih dulu oleh Per­tamina sebelum melakukan uji coba tahap kedua,” pungkas Efu.

Saat dikonfirmasi, Area Manager Com­muni­cation, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan, membenarkan Banten belum termasuk provinsi yang melakukan uji coba pem­be­lian pertalite dan solar dengan aplikasi MyPertamina.

“Untuk tahap pertama atau per 1 Juli 2022, penerapan distribusi BBM terbaru ini belum diterapkan di Banten, hanya di lima provinsi yang telah ditetapkan Per­tamina,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, PT Pertamina (Persero) me­lalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, hanya akan melakukan uji coba di Provinsi Jawa Barat, itu pun hanya di empat kabu­paten/kota.

“Di Jawa Barat tidak semuanya di uji coba, hanya di Kota Bandung, Kota Suka­bumi, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Cia­mis. Itu uji coba pendaftaran atau re­gistrasi online melalui aplikasi mulai 1 Juli 2022,” bebernya.

Terkait uji coba tahap kedua, Eko belum bisa memastikan provinsi mana saja yang akan menyusul lima provinsi menggunakan aplikasi MyPertamina untuk membeli pertalite dan solar.

“Bisa saja DKI Jakarta dan Banten masuk tahap kedua, tapi itu nanti kebijakannya me­nyusul bergantung kesiapan infrastruk­tur­nya. Saat ini Pertamina fokus ke lima pro­vinsi,” tegasnya.

Secara prinsip, tambah Eko, PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) melalui Re­gional Jawa Bagian Barat terus berupaya menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sesuai dengan amanah yang di­berikan, dalam rangka memenuhi ke­butuhan energi yang terjangkau bagi masyarakat di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sebagai BBM bersubdisi, penyaluran Solar dan Pertalite penugasan ini diatur oleh regulasi, antara lain Peraturan Pre­siden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020.

“Mulai 1 juli, empat kabupaten/kota di Jawa Barat yang akan dilakukan uji coba untuk transaksi Pertalite dan Solar bagi pengguna kendaraan roda empat terdaftar. Empat daerah ini terlebih dahulu mulai dilakukan pendataan bagi pemilik ken­daraan roda empat melalui laman subsi­ditepat.mypertamina.id sebagai website untuk pendaftaran masyarakat,” urai Eko.

Ia menekankan bahwa Pertamina Patra Niaga sebagai operator yang ditunjuk Pe­merintah dalam menyalurkan BBM Subsidi, harus mematuhi regulasi yang ber­laku. Di antaranya memastikan penya­luran Pertalite dan Solar ini tepat sasaran dan tepat kuota.

“Perlu diketahui masyarakat, bahwa di daerah yang dilakukan uji coba pun, masya­rakat tidak perlu khawatir apabila belum mengunduh aplikasi MyPertamina, karena untuk regiatrasi cukup melakukan pendaftaran di website subsiditepat.mypertamina.id tersebut” ujarnya. (den/alt)