DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Warga Pertanyakan Pencairan BPNT

post-img

PANDEGLANG - Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Campakawarna, Kecamatan Sindangresmi hingga saat ini belum dicairkan. Kondisi tersebut membuat 200 keluarga penerima manfaat (KPM) resah. 

Kepala Desa (Kades) Campakawarna, Ke­camatan Sindangresmi Awang menga­takan, sejak awal 2022 ratusan KPM di de­sa­nya belum mendapatkan kejelasan mengenai pencairan bantuan bagi warga miskin tersebut. "Belum ada saja sampai sekarang. Tidak ada kepastian, desa lain pencairannya nor­mal-normal saja. Tapi, di Desa saya sampai sekarang belum ada sejak Januari lalu," katanya saat menghu­bungi Radar Banten, kemarin. 

Awang mengaku, telah koordinasi dan mempertanyakan belum cairnya BPNT kepada pemerintah kecamatan dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait mengenai hal tersebut. 

"Mulai dari tingkat kecamatan sampai ke kabupaten sudah dipertanyakan. Tapi, sampai sekarang belum ada kepastian. Banyak warga penerima bantuan itu yang menanyakan kejelasannya. Makanya, kami juga bingung karena tidak tahu kenapa belum ada pencairan," tegasnya. 

Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang Nuriah mengaku, BPNT di Desa Campaka­warna, Kecamatan Sindangresmi sudah bisa dicairkan oleh KPM. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat agar segera melakukan pengecekan ke agen terdekat. "Sudah, itu sudah normal lagi. Sudah selesai," katanya, singkat. 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV M Habibi Arafat menyarankan agar persoalan tersebut segera diselesaikan agar warga penerima manfaat bisa merasa tenang. Bantuan tersebut, sangat penting bagi warga kurang mampu di tengah menurunnya perekonomian akibat pandemi Covid-19. 

"Harus segera diselesaikan dan harus ada kejelasan. Jangan sampai hak warga miskin itu dibiarkan tidak jelas," kata politisi Golkar ini.(dib/tur)