DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Damkar Latih ASN Tangani Kebakaran

post-img

SIMULASI: Petugas Damkar Lebak menggelar simulasi pencegahan kebakaran di lingkungan kantor Pemkab Lebak, Senin (29/8).(Yusuf Permana/Radar Banten)

LEBAK - Aparatur Sipil Negara (ASN) di ling­kungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran di depan Kantor Bupati Lebak, Rangkasbitung, Senin (29/8). Dalam simulasi kebakaran ini, pe­tugas pemadam kebakaran (Damkar) mem­berikan edukasi tentang cara penanganan ke­bakaran di perkantoran.

Kepala Bidang Damkar pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Lebak Iwan Darmawan mengatakan, simulasi ini merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap tahunnya. Tujuannya untuk mencegah dan meminimalisir korban jiwa jika terjadi kebakaran. 

“Dalam kegiatan ini, para peserta yang me­rupakan ASN di lingkungan Pemkab Lebak die­dukasi tentang tata cara mencegah dan me­nangani kebakaran,” kata Iwan.

Pada kesempatan tersebut pihaknya mem­prak­tikan tata cara memadamkan kobaran api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan karung goni. 

“Kita juga meminta salah satu peserta untuk me­meragakan cara memadamkan api meng­gunakan APAR dan karung goni. Intinya jangan panik jika terjadi kebakaran, lakukan penanganan seperti tadi. Namun jika kobaran api membesar, harap langsung hubungi kami (Damkar Lebak,-red),” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, Damkar Lebak tengah me­­lakukan inspeksi di beberapa gedung dan kantor dinas hingga pasar di Kabupaten Lebak. Inspeksi itu dilakukan guna memastikan setiap kantor memiliki alat pemadam kebakaran.

“Jadi kami dari kemarin sudah melakukan ins­peksi bangunan gedung serta kantor dan lain sebagainya, kegiatan yang kami lakukan ini untuk mencegah kebakaran terjadi di ge­dung-gedung,” ucapnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Lebak Budi Santoso mengatakan, simulasi ke­­bakaran ini menjadi penting karena pada simulasi tersebut para ASN diberikan tips dan trik mencegah dan menangani kebakaran. Maka dengan begitu, resiko kerusakan maupun kor­ban jiwa dapat dihindari jika ter­jadi kebakaran mau­pun hal yang tidak di­inginkan.

“Simulasi penanganan kebakaran penting untuk mengurangi resiko yang lebih besar. Kun­cinya ada di personal yang mengetahui awal terjadinya kebakaran. Teknik pemadaman­nya sangat sederhana dan semua orang bisa me­lakukan, hanya butuh ketenangan saja,” pung­kasnya.(mg-02/tur)