AKSI DEMONSTRASI: Puluhan anggota HMI Cabang Lebak menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Lebak, kemarin.(Yusuf Permana/Radar Banten)
Belasan Pelajar Diamankan Polisi
LEBAK – Sebanyak 20 orang lebih aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak melakukan aksi demonstrasi di gedung DPRD Lebak. Mereka menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diberlakukan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Dalam aksi tersebut, belasan pelajar SMK di Rangkasbitung ikut gabung dengan para mahasiswa. Para pelajar masih berseragam sekolah masuk ke dalam kerumunan aksi. Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian kemudian memisahkan kelompok pelajar dengan mahasiswa. Para pelajar diamankan dan dibawa petugas kepolisian.
Ketua HMI Cabang Lebak Mulyana menyatakan, rencana kenaikan harga BBM yang akan diputuskan Presiden Jokowi diyakini akan menyengsarakan rakyat. Karena, saat ini kondisi ekonomi masyarakat baru pulih setelah dilanda pandemi Covid-19. Jika pemerintah memaksakan diri menaikan harga BBM, maka perekonomian masyarakat akan semakin terpuruk.
“Kebijakan menaikan harga BBM hanya akan menyengsarakan dan memiskinkan masyarakat. Karena itu, HMI menolak kenaikan harga BBM bersubsidi,” kata Mulyana kepada wartawan, kemarin.
Dia berharap, pemerintah mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Dengan kenaikan harga BBM, maka akan berimbas terhadap kenaikan harga bahan pokok. Padahal sekarang, harga kebutuhan pokok sudah tinggi.
“Saya yakin, akan banyak warga yang jatuh miskin akibat kebijakan pemerintah ini. Karena itu, HMI akan menolak kenaikan harga BBM,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Lebak Ucuy Masyhuri berjanji akan menampung dan meneruskan aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa kepada wakil rakyat di DPR RI. Aspirasi tersebut nantinya akan disuarakan para wakil rakyat di senayan.
“Iya, kita pahami aspirasi dari teman-teman mahasiswa. Ini menjadi kegelisahan dari sebagian besar masyarakat di daerah,” jelasnya.
Ditemui terpisah, M Nazir, salah seorang pelahar yang diamankan polisi mengatakan, dirinya dan teman-temannya tidak berniat untuk mengikuti aksi demonstrasi. Saat itu, dirinya tengah nongkrong bersama di Balong Ranca Lentah. Namun, saat asyik nongkrong tiba-tiba datang temannya yang berasal dari sekolah lain.
”Tadi saya lagi nongkrong, terus dibubarin sama guru. Tapi nggak lama, baru juga mau bubar tiba-tiba datang teman saya dari SMK lain. Ia mengajak untuk ikutan demo di Alun-alun, karena penasaran saya ikut ke sini,” kata M Nazir.
Nazir mengakui kesalahannya. Mestinya, Nazir belajar dan tidak bolos dari sekolah. Tapi, dia malah bolos dan ikut aksi demonstrasi. ”Salah Pak, tadi sudah bolos, janji nggak bakal ngulangin lagi,” ungkapnya menyesal.
Sementara itu, Kapolsek Rangkasbitung AKP Pipih Hermansyah mengatakan, ada 18 siswa SMK yang diamankan alam aksi demonstrasi di depan DPRD Lebak. Mereka diamankan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
”Mereka masih anak sekolah, mestinya belajar di kelas. Tapi malah keluyuran dan ikut aksi bersama mahasiswa,” tukasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
