DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Marahnya Enggak Tahu Sikon, Ujungnya Bubar Dah

post-img

Satu hal yang membuat Maman (39) nama samaran berani mengambil keputusan cerai, ialah karena sikap istrinya, kita panggil saja Midah (33) yang jika marah tidak peduli pada situasi dan kondisi.

Seolah tak bisa menghargai suami, kata Maman, Midah sering sekali mempermalukannya di depan umum bahkan di hadapan keluarganya sendiri.

“Banyak yang bilang kalau saya enggak ada wibawanya di mata istri,” kata Maman saat curhat dengan Radar Banten di kediamannya di Kecamatan Kramatwatu, Senin (29/8).

Maman bercerita, dari pernikahannya dengan Midah dikaruniai satu anak perempuan yang kini sudah sekolah SD. Ia awalnya tak kepikiran bakal berakhir perceraian karena memikirkan sang anak.

Namun, karena nasihat dan teguran soal sikap Midah tak pernah didengar oleh istrinya, membuat Maman tak sanggup lagi menahan sabar.

Apalagi, gara-gara omongan Midah yang terkenal pedas itu, keluarga dan saudara Maman pun tak senang. Mereka banyak yang menyarankan agar Maman berani ambil keputusan untuk cerai.

“Bertahun-tahun saya terus sabar, berharap dia berubah, tapi malah makin ngelunjak ke suami,” katanya.

Banyak kejadian yang membuat Maman sakit hati, seperti saat ia sedang kedatangan tamu teman-temannya, Midah malah marah dan bilang kalau Maman suami yang enggak berguna.

Padahal uang gajian Maman semua dipegang oleh Midah, tapi masih minta uang buat beli mekup dan lainnya. Dalam kondisi itu, Maman hanya bisa tersenyum menahan malu.

Belum lagi saat kumpul keluarga, Midah tak ragu membentak suami hanya karena masalah sepele, Midah ingin pulang tapi Maman masih asyik ngobrol dengan kakaknya.

Akhirnya Maman memutuskan mengurus perceraian ke Pengadilan Agama Serang pada akhir 2021 lalu, kini anaknya tinggal bersama Midah di Serang, sedangkan Maman pulang ke Kramatwatu.

Kendati demikian, seminggu sekali Maman masih mengunjungi anaknya dan memberikan nafkah, ia berusaha agar perpisahannya dengan Midah tidak akan membuat anaknya kekurangan materi.

“Kalau bukan karena anak mungkin udah dari dulu saya cerain,” ungkapnya.

Ya ampun sabar ya Kang. (drp)