UNJUKRASA: Ratusan santri dan ulama yang tergabung dalam Aliansi Forum Santri Banten berunjukrasa, di kantor DPW PPP Banten, Kota Serang, Senin (29/8). (fauzan/radar banten)
Buntut Pernyataan ‘Amplop Kiai’
SERANG - Ratusan santri dan ulama yang tergabung dalam Aliansi Forum Santri Banten mendesak Ketua Umum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa meminta maaf secara terbuka kepada kiai dan santri. Sebab, pernyataan Suharso terkait amplop Kiai telah menyinggung santri, kiai dan ulama.
Demikian terungkap saat Aliansi Forum Santri Banten mendatangi kantor DPW PPP Banten, Kota Serang, Senin (29/8) pagi. Kedatangan mereka, disambut Ketua DPW PPP Banten Subadri Ushuludin, Sekretaris DPW PPP Banten Iskandar dan sejumlah pengurus DPW PPP Banten lainnya.
Diketahui, pernyataan Suharso Monoarfa tersebut dilontarkan pada acara Pembekalan Anti Korupsi Politik Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan KPK pada 15 Agustus 2022. Acara tersebut bisa disaksikan dalam kanal YouTube ACLC KPL yang sudah disukai 105 orang dan ditonton oleh 2.510 orang.
“Kami menuntut Pak Suharso untuk sebagai Ketua Umum PPP untuk segera diproses, diadili, karena telah mendistorsi Marwah pesantren dan kiai,” kata koordinator aksi Aliansi Forum Santri Banten, Haris Munandar kepada wartawan.
Haris menjelaskan, ada beberapa tuntutan dari para santri untuk Suharso Monoarfa melalui Ketua DPW PPP Banten Subadri Ushuludin. Salah satunya adalah Suharso Monoarfa segera meminta maaf secara terbuka untuk mengembalikan marwah kiai. “Pada intinya Ketum PPP harus minta maaf kepada seluruh kiai, karena telah mendistorsi marwah kiai,” katanya.
Tak hanya itu, mereka berencana melaporkan Suharso Monoarfa ke Polda Banten, atas dugaan pelanggaran Undang-undang (UU) ITE, karena dianggap melukai harkat dan martabat para kiai. Tak hanya itu, pihaknya berencana mendatangi kantor DPP PPP. “Kita juga mengimbau presiden, untuk mempertimbangkan posisi Suharso di kabinet,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Banten Subadri Ushuludin memastikan aspirasi para ulama dan kiai akan disampaikan ke DPP PPP.
Namun, Subadri meminta para ulama dan kiai terlebih dahulu menonton video pidato Suharso Monoarfa secara utuh, sehingga mengetahui maksud dan tujuan dari Ketua Umum PPP. “Saya sendiri belum melihat video utuh ketua umum di tindak pidana pencegahan korupsi bersama KPK. Ketua umum juga menyampaikan internal untuk pencegahan korupsi,” terangnya.
Memasuki musim politik nasional di Tahun 2024, ia meminta ulama, kiai dan santri tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu sensitif. Terlebih, PPP tidak bisa lepas dari kiai, ulama dan santri. “Tabayun di era digital ini kan, kita sesungguhnya belum tahu gimana. Namanya politik itu kan A jadi Z, Z jadi A. (Kiai dan ulama-red) Itu sebenarnya leluhur PPP juga,” katanya. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
