DECEMBER 9, 2022
Utama

Tuntut Suharso Minta Maaf

post-img

UNJUKRASA: Ratusan santri dan ulama yang tergabung dalam Aliansi Forum Santri Banten berunjukrasa, di kantor DPW PPP Banten, Kota Serang, Senin (29/8). (fauzan/radar banten)

Buntut Pernyataan ‘Amplop Kiai’

SERANG - Ratusan santri dan ulama yang tergabung dalam Aliansi Forum Santri Banten mendesak Ketua Umum Partai Per­satuan dan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa meminta maaf secara terbuka kepada kiai dan santri. Sebab, pernyataan Suharso terkait amplop Kiai telah me­nyinggung santri, kiai dan ulama.

Demikian terungkap saat Aliansi Forum Santri Banten mendatangi kantor DPW PPP Banten, Kota Serang, Senin (29/8) pagi. Kedatangan mereka, disambut Ketua DPW PPP Banten Subadri Ushuludin, Sekretaris DPW PPP Banten Iskandar dan sejumlah pengurus DPW PPP Banten lainnya.

Diketahui, pernyataan Suharso Mo­noarfa tersebut dilontarkan pada aca­ra Pembekalan Anti Korupsi Politik Cer­das Berintegritas yang diseleng­ga­rakan KPK pada 15 Agustus 2022. Acara tersebut bisa disaksikan dalam kanal YouTube ACLC KPL yang sudah disukai 105 orang dan ditonton oleh 2.510 orang.  

“Kami menuntut Pak Suharso untuk sebagai Ketua Umum PPP untuk segera diproses, diadili, karena telah mendistorsi Marwah pesantren dan kiai,” kata koor­dinator aksi Aliansi Forum Santri Banten, Haris Munandar kepada wartawan. 

Haris menjelaskan, ada beberapa tun­­tutan dari para santri untuk Suharso Monoarfa melalui Ketua DPW PPP Ban­ten Subadri Ushuludin. Salah satunya adalah Suharso Monoarfa segera me­minta maaf secara terbuka untuk me­ngem­balikan marwah kiai. “Pada intinya Ke­tum PPP harus minta maaf kepada se­luruh kiai, karena telah mendistorsi marwah kiai,” katanya.

Tak hanya itu, mereka berencana me­­la­­porkan Suharso Monoarfa ke Polda Ban­­ten, atas dugaan pelanggaran Un­dang-un­dang (UU) ITE, karena dianggap melukai harkat dan martabat para kiai. Tak hanya itu, pihaknya beren­cana men­datangi kantor DPP PPP. “Kita juga meng­im­bau presiden, untuk mem­per­timbang­kan posisi Suharso di ka­binet,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Banten Subadri Ushuludin memastikan aspirasi para ulama dan kiai akan disampaikan ke DPP PPP.

Namun, Subadri meminta para ulama dan kiai terlebih dahulu menonton video pidato Suharso Monoarfa secara utuh, sehingga mengetahui maksud dan tujuan dari Ketua Umum PPP. “Saya sendiri belum melihat video utuh ketua umum di tindak pidana pencegahan korupsi bersama KPK. Ketua umum juga menyampaikan internal untuk pencegahan korupsi,” terangnya. 

Memasuki musim politik nasional di Tahun 2024, ia meminta ulama, kiai dan santri tidak mudah terprovokasi de­ngan isu-isu sensitif. Terlebih, PPP tidak bisa lepas dari kiai, ulama dan santri. “Tabayun di era digital ini kan, kita sesungguhnya belum tahu gimana. Namanya politik itu kan A jadi Z, Z jadi A. (Kiai dan ulama-red) Itu sebenarnya leluhur PPP juga,” katanya. (fdr/nda)