Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Cilegon, Jangan Gagal Paham Gunakan Obat-obatan
- by Redaksi
- Sep 30,2022
BANYAKNYA masyarakat yang belum paham tentang penggunaan obat yang benar, membuat Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Cilegon terus menyosialisasikan cara penggunaan obat secara benar agar sesuai aturan.
Ditemui di ruang kerjanya, apt Dewi Arfianti selaku Ketua Pengurus Cabang IAI Kota Cilegon menjelaskan, tentang penggunaan obat yang benar agar sesuai aturan.
Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat yang tidak paham tata cara penggunaan obat. Misalnya antibiotik yang seharusnya dihabiskan, setelah badan merasa enak obat tersebut tidak dihabiskan dan obat ini kadaluarsanya hanya seminggu.
“Jadi masyarakat harus cerdas dalam menggunakan obat, tentunya dalam setiap menggunakan obat harus dari tempat yang legal dan juga digunakan secara benar sesuai petunjuk dari dokter,” kata apt Dewi Arfianti, Rabu, 28 September 2022.
Lanjut Dewi, dalam penyimpanan obat juga harus dilakukan secara benar seperti obat dalam bentuk sirup itu tidak perlu disimpan di kulkas setelah dibuka sirupnya.
“Perlu diketahui, untuk obat berbentuk sirup ketika dibuka tutupnya segera dicatat tanggal ketika dibuka pada label botol tersebut, karena masa kadaluarsa obat berupa sirup hanya bertahan 6 bulan saja. Jadi jangan digunakan lagi,” ujarnya.
Ia juga menuturkan, terkait obat yang sudah tidak terpakai atau kadaluarsa agar tidak membuang dengan sembarang. Jika masih dalam kemasan dibuka terlebih dahulu kalau berbentuk tablet agar dihancurkan lalu dikubur ke dalam tanah.
“Atau bisa juga obat yang sudah dihancurkan diaduk dengan tanah lalu dimasukan ke plastik kemudian dibuang. Sedangkan kalau sirup cukup dibuang pada air yang mengalir,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ia menyampaikan kepada masyarakat yang saat ini sedang melakukan pengobatan kesembuhan penyakit agar tetap mematuhi anjuran dari tenaga kesehatan.
Karena terkait kesembuhan faktor kepatuhan dari pasien dalam minum obat sangat penting. Seperti penderita diabetes harus secara terus menerus minum obat tidak boleh terputus.
“Kemudian dari pola hidup, pola makan dan olahraga juga merupakan tanggung jawab dari pasien sendiri. Jadi kita tenaga kesehatan tidak bisa memastikan pasti sembuh. Nah tergantung dari pasiennya mau tidak untuk sembuh,” tutupnya. (raj)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
