DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Tarif Listrik Masih Tetap

post-img

JAKARTA - Pemerintah melalui Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) periode Oktober-Desember 2022 atau triwulan IV untuk 13 pelanggan non subsidi per 1 Oktober sampai 31 Desember 2022 tidak mengalami perubahan atau tetap.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Harga Patokan Batubara/HPB), yang dihitung secara tiga bulanan maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment). Untuk tariff adjustement periode triwulan IV menggunakan realisasi indikator makro ekonomi bulan Mei- Juli 2022.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kete­nagalistrikan Dadan Kusdiana menjelaskan, realisasi parameter ekonomi makro rata-rata bulan Mei-2022 yang digunakan da­lam penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) triwulan IV 2022 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan dengan yang digunakan pada triwulan III 2022. Se­hingga tariff adjustment triwulan IV seharusnya juga mengalami sedikit kenaikan. 

Namun memperhatikan kondisi masya­rakat dan industri saat ini, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik triwulan IV 2022 (Oktober-Desember 2022) untuk pelanggan non subsidi mengacu pada tarif triwulan III 2022 (Juli-September 2022) atau tarif tetap.

“Ke depan diharapkan realisasi parameter ekonomi makro bisa mengalami penurunan sehingga dapat menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik dan tarif tenaga listrik,” jelas Dadan Kusdiana dikutip dari keterangan resminya, Kamis (29/9).

Kementerian ESDM, lanjut dia, juga mendorong agar PT PLN (Persero) terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi operasional dan memacu penjualan tenaga listrik secara lebih agresif.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darma­wan Prasodjo memastikan tarif listrik tidak naik. Penetapan tarif listrik ini telah diputuskan Pemerintah melalui Kemente­rian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Tidak ada kenaikan tarif listrik. Ini untuk menjaga peningkatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi,” ucap Darmawan.

Selain itu, PLN juga memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA). Daya listrik 450 VA juga tidak akan dialihkan menjadi 900 VA sehingga tarifnya tetap sama untuk masing-masing golongan.

“Keputusan Pemerintah sudah sangat jelas. Tidak ada perubahan daya dari 450 VA ke 900 VA dan PLN siap menjalankan keputusan tersebut. PLN tidak pernah melakukan pembahasan formal apapun atau merencanakan pengalihan daya listrik 450 VA ke 900 VA. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan program kompor listrik,” tegas Darmawan.

PLN terus berkomitmen menjaga pasokan listrik yang andal, serta mendukung pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional, menjaga daya beli dan produktivitas masyarakat.

Selama periode 2016-2021, Negara hadir bagi masyarakat dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PLN untuk mem­bangun infrastruktur kelistrikan sebesar Rp 40 triliun, khususnya di kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). 


KOMPOR LISTRIK

Pada bagian lain, PLN memastikan pihak­nya tetap melanjutkan uji coba prog­ram pengalihan atau konversi kompor gas ke kompor listrik meskipun telah diba­talkan. Uji coba tersebut dilakukan di dua kota, yakni Solo, Jawa Tengah dan Denpasar, Bali.

Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto mengatakan dalam proses uji coba pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi yang nantinya akan dilaporkan kepada pemerintah. Adapun fokusnya, PLN akan lebih melihat perilaku masyarakat dalam menggunakan kompor listrik.

“(Uji coba) jalan. Kami melihat dari pelaku pelanggan seperti apa, kemudian kita catat kekurangan dan kelebihannya dan tentunya akan kita report ke peme­rintah,” kata Adi di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (29/9), yang dikutip JawaPos.com.

Ia menjelaskan, uji coba konversi kompor gas ke kompor listrik dilakukan di Solo dan Denpasar dengan membagikan sebanyak 2.000 kompor induksi kepada masyarakat. Adapun rinciannya, Solo sebanyak 1.000 unit dan Denpasar 1.000 unit. (bie)