DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Gagal Nikah, Gara-Gara Banyak Kriteria

post-img

Memilih pasangan hidup memang jangan sembarangan, begitulah prinsip yang dipegang oleh Otoy (41) nama samaran. Memiliki selera yang cukup tinggi terhadap wanita, Otoy banyak menunda dan menolak ajakan menikah. Ujung-ujungnya tak sadar kalau rambut sudah beruban. Astaga.

Saat ditegur orangtua dan orang-orang di sekitarnya, Otoy baru sa­dar kalau usianya sudah tua. Pa­dahal teman-teman seusianya su­dah punya anak. “Saya mah eng­gak mau dapet istri yang biasa aja,” kata Otoy.

Otoy ini sebenarnya tak ganteng-gan­teng amat, kulitnya juga hitam, pe­rawakannya tinggi kekar, dan rambutnya sedikit gimbal. Tapi karena punya pekerjaan oke, yakni se­bagai owner perusahaan alat-alat sound pernikahan, lengkap de­ngan kamera untuk dokumentasi, Otoy punya banyak uang. Punya sound pernikahan, kok malah belum nikah?

“Makanya, mungkin karena ke­seringan lihat orang nikah, jadinya ma­lah males nikah,” tukasnya.

Padahal, saat usianya masih 25, saat Otoy masih beger-begernya, ada banyak wanita yang berminat men­jadi calon istri. Maklumlah, bagi orang di kampungnya, Otoy ter­kenal sebagai lelaki pekerja keras, mandiri, dan sukses.

Saat itu, ada tiga wanita yang sem­pat singgah di hati Otoy, tapi ka­rena standar yang Otoy inginkan ter­­hadap calon istri tak sesuai de­ngan tiga wanita ini, maka hu­bu­ng­an mereka pun tak sampai ke pe­laminan.

Wanita yang pertama, kita sebut saja namanya Odah (26), cantik, pu­tih, dan berasal dari keluarga ber­ada, bapaknya punya banyak sawah dan tanah. Hubungan mere­ka awalnya harmonis dan sering ja­lan berdua saat malam minggu.

Setelah setahun menjalin hubu­ngan, Odah dan keluarganya pun me­na­nyakan kepastian Otoy dengan me­min­tanya datang ke rumah dan me­lamar. Tapi sungguh tak diduga, Otoy menolak datang dan memu­tus­kan hubungan. Loh kenapa, Kang? “Enggaklah, Odah kurang mon­tok, bodinya kurus banget,” kata Otoy.

Sejak itu Otoy menjomblo lagi, ia tak peduli beberapa bulan ke­mu­dian Odah menikah dengan le­laki lain. Seolah tak mau kalah, Otoy pun punya cewek baru, kita pang­gil saja namanya Siti (27). 

Dengan Siti, Otoy merasa bahagia dan menikmati hubungan mereka se­lama enam bulan. Sosok siti yang sem­purna, paras cantik, bodi aduhay, dan kulit putih mulus, mampu membuat Otoy klepek-klepek. “Tapi sayang, dia keluarga­nya ke­kurangan banget, masa kayak man­faatin saya gitu,” ungkapnya.

Karena tak senang dengan keluar­ga Siti, lagi-lagi Otoy memu­tuskan hu­bungan dan kembali menjomblo. Pa­dahal Siti sudah pengin buru-buru dihalalkan. “Nah itu dia, Siti di­suruh keluarganya minta dini­kahin, tapi biayanya saya yang nang­gung,” katanya. 

Otoy pun makin tak suka dan mem­blokir nomer telepon Siti. Se­jak itu ia menjomblo selama se­tahun, mencari pasangan yang benar-benar sempurna, seperti apa yang dia inginkan.

Sampai akhirnya Otoy bertemu de­ngan Maya (27). Sosok Maya in­ilah yang awalnya Otoy yakini ba­kal menjadi pendamping hidup­nya. Maya sosoknya cantik, putih mu­lus, bodinya seksi, keluarganya pun berkecukupan. “Hubungan kita juga direstuin kedua orang­tua­nya,” katanya.

Mereka yakin dan sudah hendak me­nuju jenjang lebih serius. Tapi, saat menjalani hubungan selama dua bulan, Otoy merasa ada yang jang­gal. “Ternyata Maya ini agak oon, diajak ngobrolnya enggak nyam­bung,” katanya.

Mereka pun putus dan sampai sekarang Otoy menjomblo. (Fjr)