TERBAKAR: Petugas memeriksa lokasi kebakaran, di lantai tiga Ramayana, Kota Serang, Selasa (30/8).
SERANG–Lantai tiga pusat perbelanjaan Ramayana Serang di Jalan Veteran, Kecamatan Serang terbakar, Selasa (30/8) pagi. Kobaran api bermula pemilik salah satu pedagang makanan siap saji lupa mematikan kompor listrik usai menutup operasional, Senin (29/8) malam.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, kobaran api diketahui setelah salah seorang petugas naik ke lantai tiga sekira pukul 08.30 WIB untuk membuka tempat jualan. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, kobaran api menghanguskan sebagian besar peralatan masak di lantai tiga Ramayana.
Petugas yang berada di lantai tiga, langsung memberikan informasi tersebut kepada para petugas Ramayana yang berada di lokasi lain, dengan berteriak. Sehingga, membuat para pegawai segera memanggil petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Serang.
Dua unit armada Damkar berkapasitas 5.000 liter tiba sekira pukul 08.45 WIB. Dua regu personel dikerahkan. Termasuk, satu unit pemancar untuk menyedot asap api.
“Kejadian itu masuk laporan ke Damkar Kota Serang itu sekitar jam 08.30 WIB. Cuman tidak tahu titik apinya itu munculnya jam berapa,” ujar Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Serang Uba Agus M kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, berdasarkan keterangan petugas keamanan Ramayana, informasi kebakaran itu diketahui dari seorang petugas cleaning service yang melapor kepada security Ramayana Serang. “Jadi, api sudah dipadamkan oleh tim security gedung dengan apar (alat pemadam kebakaran-red),” katanya.
Kata Uba, sumber api diduga berasal dari kompor listrik salah satu tenan makanan siap saji milik pedagang yang lupa dimatikan sejak Senin (29/8) malam. “Jadi kompor listrik itu tidak dimatikan dari semalaman. Lalu panasnya itu mungkin muncul pagi,” katanya. “Kompor listrik kan panasnya gak terlalu tinggi. Nah pagi itu muncul kena meja jualan dari terbuat kayu, lalu merambat ke lemari pendingin,” tambah Uba.
Namun, pemilik tenan makanan yang terbakar bernama Yuni mengaku sudah mengecek dan mematikan aliran listrik sebelum menutup tenannya pukul 20.00 WIB.
Tetapi, aliran listrik ke kompor di bawah lupa dimatikan. “Posisinya di bawah, gak nyambung sama lampu, lupa dimatikan. Saya datang sekitar jam 09.00 WIB. Ada karyawan saya yang ngasih tau (kebakaran-red),” katanya.
“Kalau kerugian kira-kira sekitar Rp 10 juta,” tambah Yuni.
Sementara itu, Direktur Ramayana Serang, Julian mengatakan, akibat insiden tersebut lantai tiga ditutup sementara, sedangkan lantai lainnya tetap beroperasi. Penutupan dilakukan untuk membersihkan sisa kebakaran. “Hari ini tutup khusus lantai tiga, yang lain tetap buka. Untuk yang atas tutup selama 1 sampai 2 hari,” katanya.
Agar peristiwa serupa tidak terulang, Julian menegaskan akan melarang penjual olahan makanan memroses makanan di tempat. Pihaknya hanya mengizinkan menjual makanan yang telah dimasak. “Sekarang sudah enggak boleh jual sosis. Kalau tetep jual akan kita matikan lampunya. Bawa makanan matang boleh,” terangnya. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
