DECEMBER 9, 2022
Utama

Lantai Tiga Ramayana Terbakar

post-img

TERBAKAR: Petugas memeriksa lokasi kebakaran, di lantai tiga Ramayana, Kota Serang, Selasa (30/8). 

SERANG–Lantai tiga pusat perbe­lan­jaan Ramayana Serang di Jalan Ve­teran, Kecamatan Serang terbakar, Selasa (30/8) pagi. Kobaran api bermula pemilik salah satu pedagang makanan siap saji lupa mematikan kompor lis­trik usai menutup operasional, Se­nin (29/8) malam.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, kobaran api diketahui setelah salah seorang petugas naik ke lantai tiga sekira pukul 08.30 WIB untuk membuka tempat jualan. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, kobaran api menghanguskan sebagian besar peralatan masak di lantai tiga Ramayana.

Petugas yang berada di lantai tiga, lang­sung memberikan informasi tersebut ke­pada para petugas Ramayana yang ber­ada di lokasi lain, dengan berteriak. Sehingga, membuat para pegawai segera memanggil petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Serang.

Dua unit armada Damkar berkapasitas 5.000 liter tiba sekira pukul 08.45 WIB. Dua regu personel dikerahkan. Termasuk, satu unit pemancar untuk menyedot asap api.

“Kejadian itu masuk laporan ke Damkar Ko­ta Serang itu sekitar jam 08.30 WIB. Cu­man tidak tahu titik apinya itu mun­culnya jam berapa,” ujar Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Serang Uba Agus M kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan keterangan pe­tugas keamanan Ramayana, informasi ke­bakaran itu diketahui dari seorang pe­tugas cleaning service yang melapor kepada security Ramayana Serang. “Jadi, api sudah dipadamkan oleh tim security gedung dengan apar (alat pemadam kebakaran-red),” katanya.

Kata Uba, sumber api diduga berasal da­ri kompor listrik salah satu tenan ma­kanan siap saji milik pedagang yang lupa dimatikan sejak Senin (29/8) malam. “Jadi kompor listrik itu tidak dimatikan dari semalaman. Lalu panasnya itu mung­kin muncul pagi,” katanya. “Kompor listrik kan panasnya gak terlalu tinggi. Nah pagi itu muncul kena meja jualan dari terbuat kayu, lalu merambat ke lemari pendingin,” tambah Uba.

Namun, pemilik tenan makanan yang ter­bakar bernama Yuni mengaku sudah me­ngecek dan mematikan aliran listrik sebe­lum menutup tenannya pukul 20.00 WIB. 

Tetapi, aliran listrik ke kompor di bawah lupa dimatikan. “Posisinya di bawah, gak nyambung sama lampu, lupa dimatikan. Saya datang sekitar jam 09.00 WIB. Ada karyawan saya yang ngasih tau (kebakaran-red),” katanya.

“Kalau kerugian kira-kira sekitar Rp 10 juta,” tambah Yuni.

Sementara itu, Direktur Ramayana Se­rang, Julian mengatakan, akibat insiden tersebut lantai tiga ditutup sementara, sedangkan lantai lainnya tetap beroperasi. Penutupan dilakukan untuk membersihkan sisa kebakaran. “Hari ini tutup khusus lan­tai tiga, yang lain tetap buka. Untuk yang atas tutup selama 1 sampai 2 hari,” katanya.

Agar peristiwa serupa tidak terulang, Julian menegaskan akan melarang penjual olahan makanan memroses makanan di tempat. Pihaknya hanya mengizinkan menjual makanan yang telah dimasak. “Sekarang sudah enggak boleh jual sosis. Kalau tetep jual akan kita matikan lam­punya. Bawa makanan matang boleh,” terangnya. (fdr/nda)