DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Pengiriman Sampah Tangsel Ditutup Sementara

post-img

SERANG – Pengiriman sampah dari Pemkot Tangerang Selatan sejak Senin (29/8) diberhentikan sementara. Hal ini karena masyarakat Pasir Gadung, Kelurahan Cilowong, menuntut Pemkot Serang memutus kerja sama.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, masyarakat lingkungan Pasir Gadung memblokade pintu masuk kendaraan pengangkut sampah dari Kota Tangsel. Masyarakat membentangkan, spanduk bertuliskan tuntutan ‘Masyarakat Pasir Gadung Tutup Sampah Tangsel’.

Lingkungan Pasir Gadung, berada persis di ujung aliran air setelah setelah proses pengolahan air lindi. Selain bau menyengat, aliran air yang melintas ke persawahan masyarakat membuat masyarakat bertahun-tahun menjadi wilayah paling terdampak atas pengelolaan sampah TPAS Cilowong.

“Kami sudah sepakat dan solid untuk menutup TPAS Cilowong dari Tangsel. Sudah harga mati dan tidak ada lagi negosiasi,” ujar salah seorang warga Cilowong, Muhdi kepada Radar Banten, Selasa (30/8).

Kata Muhdi, kondisi ini kini tak hanya dirasakan masyarakat Pasir Gadung. Tapi, aliran air lindi setelah proses pengolahan di TPAS Cilowong mengalir dan terasa masyarakat di luar Cilowong, seperti warga Perumahan Widya Asri di Kecamatan Serang. “Warga perumahan Widya Asri (perbatasan Kecamatan Serang) saja sudah mulai merasakan bau menyengat pengiriman sampah Tangsel,” katanya.

 Untuk itu, kata Muhdi, masyarakat telah bersepakat mendesak Pemkot Serang untuk menghentikan kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemkot Tangsel. Selama pengiriman sampah dari Kota Tangsel, masyarakat sekitar merasakan dampak yang cukup besar. “Lingkungan kami sudah tercemar, mulai dari tanah, air, dan udara, serta dampaknya besar. Petani gagal panen dan pemerintah tidak memperhatikan itu,” terangnya.

Menurutnya, besaran kompensasi dampak negatif (KDN) yang diberikan oleh Pemkot Serang pun dinilai tidak sebanding dengan dampak besar yang dirasakan oleh masyarakat. “Kalau dibandingkan, tentu tak sebanding dengan apa yang dialami masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Farach Richi mengaku pihaknya telah menutup sementara proses pengiriman sampah dari Tangsel. Itu dilakukan berdasarkan, permintaan masyarakat sekitar TPAS Cilowong. “Iya, untuk sementara proses pengiriman sampah dari Tangsel distop sementara sampai ada titik temu dengan masyarakat,” katanya.

Farach mengaku, ada beberapa tuntutan masyarakat yang muncul dari masyarakat atas penutupan TPAS Cilowong. Di antaranya, pengelolaan sampah di dalam TPAS Cilowong. “Aspirasi dari masyarakat kami terima dan tampung,” terangnya.

“Kalau terkait dengan KDN. Pihaknya kini menunggu pengesahan RAPBD Perubahan 2022. Baru KDN bisa disalurkan ke masyarakat,” terangnya.

Terkait dengan dampak air lindi yang mengalir ke area persawahan. Farach mengaku pihaknya pada tahun 2023 merencanakan perbaikan pengelolaan air lindi di bagian bawah TPAS Cilowong sehingga ke depan air yang mengalir tak lagi seperti saat ini. (fdr/bie)