FASHION SHOW: Penyandang difabel tampil pada fashion show di Sanggar Guriang Tujuh Indonesia, Kecamatan Warunggunung, Selasa (30/8).(Yusuf Permana/Radar Banten)
LEBAK - Puluhan siswa penyandang disabilitas alias difabel menjadi model dalam fashion show pada Festival Tenun Baduy (FTB) yang dilaksnakan Yayasan Guriang Tujuh Indonesia di Warunggunung.
Pantauan Radar Banten, para siswa terlihat antusias berakting dan memamerkan berbagai motif busana yang didesain khusus untuk penyandang disabilitas. Fashion show tersebut diikuti 20 orang penyandang disabilitas yang berasal dari Sekolah Khusus (SKH) di Lebak dan digelar selama 2 hari, yakni pada Senin (29/8) hingga Selasa (30/8).
Direktur Yayasan Guriang Tujuh Indonesia Dede Abdul Majid mengatakan, busana yang dikenakan para penyandang disabilitas merupakan desain 20 orang desainer yang mengikuti lomba Loka Karya Tenun Baduy yang diadakan Yayasan Guriang Tujuh Indonesia.
“Dalam FTB ini kita juga menggelar lomba yang diikuti 20 desainer. Dari 20 desainer, 4 diantaranya merupakan penyandang disabilitas. Nah hasil dari desain para peserta ini diperagakan langsung para model yang merupakan siswa SKH,” kata Dede kepada Radar Banten, Selasa (30/8).
Dijelaskannya, fashion show dan loka karya ini sendiri digelar dengan tujuan memberikan ruang bagi para penyandang difabel untuk berkreasi. Karena menurutnya, kini para penyandang difabel hanya memiliki sedikit ruang di lingkungannya sehingga tingkat kepercayaan diri mereka menjadi rendah.
“Kita tahu hingga sekarang adik-adik kita ini (Penyandang diasbilitas-red) hanya bisa menjadi penonton, jarang ada komunitas seni maupun sosial yang merangkul mereka. Tapi di sini (Fashion show,-red) adik-adik kita ini bisa menjadi tokoh utama. Mereka bisa secara bebas berakting dan berkreasi di atas panggung,” ungkapnya.
Selain fashion show dan loka karya, Dede menuturkan, pihaknya juga membuka kelas akting untuk siswa difabel. Kelas akting ini digelar guna meningkatkan kepercayaan diri para penyandang disabilitas.
“Kita berharap dengan acara-acara ini makin banyak pihak yang bisa merangkul para penyandang disabilitas, baik itu dari budayawan maupun pihak lainnya. Karena mereka ini memiliki potensi. Namun yang dibutuhkan mereka saat ini adalah ruang dan rangkulan kita semua,” ungkapnya.
Dani Juandi, Kepala SKH PGRI Rangkasbitung mengapresiasi Yayasan Guriang Tujuh Indonesia yang sudah memberikan ruang kepada para siswanya untuk berkreasi.
“Kami mewakili seluruh SKH yang ada di Lebak mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya telah menyempatkan waktunya untuk melatih anak-anak disabilitas. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut untuk selalu merangkul anak-anak disabilitas di Lebak,” ujarnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
